Resume TEKLAB II (I)

29 Apr

EMOSI DAN STRESS

  1. Pengertian Emosi dan Stress
  1. Pengertian emosi

Istilah emosi menurut Daniel Goleman (1995), seorang pakar kecerdasan emosional, yang diambil dari Oxford English Dictionary memaknai emosi sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa emosi merujuk kepada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecendrungan untuk bertindak.[1]

Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangandari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. Dalam kamus psikologi, emosi diartikan dalam bentuk yaitu fisik dan psikologis.[2] Dari segi fisik emosi adalah suatu keadaan yang komplek dari organisme (organ-organ tubuh), yang mencakup perubahan jasmani yang luas sifatnya antara lain pernapasan, denyut nadi dan lain-lain sebagainya.

  1. Secara spikologis emosi adalah suatu keadaan perangsang yang ditandai dengan perasaan yang kuat dan biasanya di sertai oleh dorongan kearah prilaku tertentu. Makna harfiahokfor english dictionary, emosi adalah setiap kegiatan dan pergolakan pikiran, perasaan, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.
  2. Carl Lange, emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubah yang terjadi pada tubuh sebagai respon terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari luar.
  3. Canon, emosi adalah keadaan perasaan yang disertai oleh beberapa perubahan psikologis
  4. Emosi-emosi anda adalah system petunjuk batin anda, didalam diri anda, anda memiliki kekuatan untuk menciptakan sebuah kepahagian hidup, kekayaan dan kesehatan. Dan sebaliknya, anda memiliki kemampuan yang sama untuk menciptakan sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan tekanan, kepenatan, dan penyakit (Christiane Northrup).[3]
  1. Pengertian stress
  1. Danang Hawari, tress tidak dapat dipisahka dari distress dan depresi, karena satu sama lain saling berkaitan. Stress merupakan reaksi fisik terhadap permasalahan kehidupan yang dialami.
  2. Lazarus dan Folkman, stress adalah akibat dari ketidakseimbangan antara tuntunan dan kemampuan.
  3. H. Sel Y, stress adalah kelebihan beban tubuh baik fisik maupun psikis, sampai melampaui daya tahan, dengan kata lain tekanan yang dialami oleh orang baik fisik maupun psikis.
  1. Gejala Gangguan Emosi dan stress

1. Gejala gangguan emosi

  1. amarah, didalamnya meliputi brutal, mengantuk benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan kebencian.[4]
  2. kesedihan, didalamnya meliputi pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, kesepian, ditolak, putus asa dan depresi.
  3. rasa takut, di dalamnya  meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, sedih, tidak tenang, ngeri, kecut, panik dan fobia.
  4. Kenikmatan, didalamnya meliputi bahagia, gembira, puas, riang, senang, terhibur, bangga, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang dan senang sekali.
  5. Cinta, didalmnya meliputi peneriman, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, hormat, kasmaran.
  6. Terkejut, meliputi takjub dan terpana.
  7. Jengkel, didalam meliputi jijik, muak, benci, tidak suka.
  8. Malu, didalamnya meliputi rasa bersalah, malu hati dall.

2. Gejala gangguan stres

Menurut Braham (dalam Handoyo; 2001:68), gejala stres dapat bcrupa
tanda-tanda berikut ini:

a)      Fisik, yaitu sulit tidur atau tidur lidak teratur, sakit kepala, sulit buang air
besar, adanya gangguan pencemaan, radang usus, kuiit gatal-gatal, punggung
terasa sakit, urat-urat pada bahu dan !eher terasa tegang, keringat berlebihan,
berubah selera makan, tekanan darah tinggi atau serangan jantung, kehilangan
energi.

b)      Emosional, yaitu marah-marah, mudah tersinggung dan terlalu sensitif,
gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudah menangis dan
depresi, gugup, agresif terhadap orang lain dan mudah bermusuhan serta mudah
menyerang, dan kelesuan mental.

c)      Intelektual, yaitu mudah lupa, kacau pikirannya, daya ingat menurun, sulit
untuk berkonsentrasi, suka melamun berlebihan, pikiran hanya dipenuhi satu
pikiran saja.

d)      Interpersonal, yailu acuh dan mendiamkan orang lain, kepercayaan pada
orang lain menurun, mudah mengingkari janji pada orang lain, senang mencari
kesalahan orang lain atau menyerang dengan kata-kata, menutup din secara
berlebihan, dan mudah menyalahkan orang lain.[5]

  1. Sebab Timbulnya Emosi dan Stress

1. Timbulnya gangguan emosi

  1. perubahan jasmani, seiringnya dengan pertumbuhan jasmani yang kita alami maka kita hendaknya mampu memenej emosi kita kearah yang negatif.
  2. Perubahan pola interaksi dengan orang tua, pola asuh yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya berbeda-beda, ada yang penuh dengan kelembutan ada juga degan kekerasan. Perbedaan tersebut akan berpengaruh kepada emosi yang dimiliki oleh seorang anak.
  3. Perubahan interaksi dengan teman sebaya, pada tingkat ini emosi seorang anak sangat memuncak, orang tua hendaknya ikut serta dalam membimbing perkembanga seorang anak karena pada masa ini anak butuh perhatian dengan orang-orang terdekat terutama orang tua. Banyak anak pada usia ini terlibat dalam percintaan yang pada akhirnya frustasi ataupun sebaliknya.
  4. Perubahan pandang dunia luar, adapun pandang dunia luar yang menyebabkan terjadinya konflik adalah
  • Sikap dunia luar terhadap individu tidak konsisten
  • Masyarakat masih menerapkan nilai-nilai yang berbeda untuk individu laki-laki dan permpuan
  • Sering kali kekosongan individu dimanfaatkan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
  • perubahan interaksi dengan sekolah ketika masih anak-ank sekolah merupakan tempat pendidikan yang sangat diminati oleh nereka. Guru merupakan orag sangat penting dalam kehidupan mereka selain tokoh intelektual, guru merupakan tokoh otoritas bagi peserta didiknya.[6]

2. Timbulnya gangguan stress

a. lingkungan

  • sikap lingkungan: beberapa tuntutan, pandang positif da negatif terhadap keberhasilanditerima bekerja
  • tuntutan dan sikap keluarga, contohnya keharusan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak yaitu sesuai denga pendidikan
  • perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

b. diri sendiri

  • kebutuhan psikologis yaitu keinginan yang harus diapai
  • proses internalisasi diri yaitu penyerapan terhadap yang diinginkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangannya.

c. pikiran

  • berkaitan dengan penilai individu terhadap lingkungan dan pengaruhnya pada diri serta persepsi terhadap lingkungan

berkaitan dengan cara pernilaian diri tentang cara penyesuaian yang bisa dilakukan oleh individu yang bersangkutan.


[1] http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/10/pengertian-emosi-definisi-emosi.html

[2] Andi Mapiare, A.T, Kamus Istilah Konseling dan Terapi, jakarta: Raja grafindo persada

[3] Manz, Sekolah Emosi(petunjuk-petunjuk untuk meraih energi positif), Jakarta: Garailmu. 2009.cetakan pertama. Hal.65

[4] Tery Looker dan Olga gregson, Mengatasi Stress Secara Mandiri, Yogyakarta: panata Aksara, 2005

[5] http://sehat-enak.blogspot.com/2010/03/gangguan-stres-paska-trauma-pada-anak.html

[6] Muhammad Ali dkk, Psikologi Remaja, Jakarta: Bumi Aksara, 2006. hal. 69

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: