RESUME IV

29 Apr

STRESS DAN EMOSI (lanjutan)

  1. A. TEKNIK MENGATASI STRESS DAN EMOSI

Stres bisa merusak pertahanan alami tubuh dan mengaktifkan hormon stres yang bisa menguras nutrisi dan cadangan energi tubuh. Untuk membantu tubuh agar kuat menghadapi stres, kita perlu banyak mengkonsumsi makanan dari kelompok karbohidrat kompleks, misalnya beras merah, pasta, roti gandum, serta polong-polongan, buah-buahan, dan sayur-sayuran.Saraf dan sistem kekebalan tubuh juga membutuhkan makanan kaya vitamin B untuk mengatasi kelelahan yang ditimbulkan oleh stress[1]

Adapun Teknik-Teknik yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres yakni sebagai berikut:

  1. 1. Teknik Penenangan Sederhana

Latihan penenangan (relaksasi) adalah suatu keterampilan yang berguna secara khusus untuk membantu mengendalikan diri. Latihan penenangan mempunyai keuntungan yaitu mudah diajarkan dan dipelajari. Latihan penenangan juga dapat dengan mudah digunakan secara luas dalam berbagai suasana kehidupan nyata. Ia dapat pula berguna sebagai penunjang bagi keterampilan-ketrampilan konselor lainnya.

Penenangan dicapai dengan mengendurkan urat-urat seluruh bagian badan secara berangsur-angsur sehingga tidak ada lagi bagian yang kejang atau kaku. Latihan penenangan ini dilakukan dengan penuh perhatian sehingga bagian-bagian badan menjadi kendur menurut urut tertentu.

Konselor yang merasa bahwa kliennya sangat gelisah ketika sedang berbicara dapat diberikan bantuan agar klien menjadi tenang dengan melakukan beberapa latihan sederhana. Hal ini dapat membantunya mengatasi masalah yang dihadapinya secara lebih tenang dalam konseling.

Menurut para ahli salah satu teknik mengatasi stress adalah dengan relaksasi (penenangan). Herber Besm mengemukakan cara pelaksanaan relaksasi adalah:

a)      Duduk dengan tenang dengan posisi yang nyaman

b)      Tutup mata

c)      Rilekskan semua otot-otot tubuh

d)      Ambil nafas dari hidung secara perlahan lalu diihembuskan melalui mulut

e)      Lakukan selama 10-20 menit

Dalam teknik ini anda dapat melakukan relaksasi seluruh badan anda. Sebagai contoh: kepalkan tangan anda dengan keras, anda akan melihat otot-tot tangan anda berkontraksi kemudian lepaskan kepalan tangan anda dan biarkan jari-jari melemas, anda akan melihat otot–otot anda berelaksasi. Lakukan pada semua otot di tubuh anda secara bertahap otot kaki anda, pundak (naikkan pundak anda setinggi mungkin kemudian lemaskan!), perut, dada muka, dagu dst. Kemudian terakhir rilekskan pikiran anda dengan memikirkan alam yang indah yang pernah anda kunjungi, langit yang cerah, hembusan angin sejuk, deburan ombak yang mengalun. Bayangkan kesejukkan itu dalam diri anda.[2]

  1. 2. Teknik Penenangan Penuh

Teknik ini sangat berguna untuk mengatasi stress, insomnia, akibat kelelahan dan memperlancar sirkulasi darah. Berikut ini serangkaian petunjuk yang dapat digunakan untuk mengendurkan diri secara penuh, yaitu teknik penenangan yang penuh:

  1. Berbaring telentang dengan kedua kaki direnggangkan dalam jarak lebih-kurang 30 cm. kedua tangan lemas dengan telapak tangan menghadap ke atas
  2. Pejamkan mata, dan gerakkan secara perlahan-lahan semua bagian badan untuk menciptakan kesan umum tentang keadaan badan yang tenang
  3. Kemudian mulai mengendurkan badan bagian demi bagian. Terlebih dahulu perhatikan kaki kanan. Tarik napas dan perlahan-lahan angkat kaki setinggi 25 cm dari lantai. Biarkan letak kaki seperti itu…terus pertahankan…sampai benar-benar menjadi tegang. Setelah 5 detik, lepaskan dengan tiba-tiba, dan kendurkan otot-otot kaki, biarkan ia turun ke lantai dengan sendirinya. Gerakan kaki secara lemah lembut dari kanan ke kiri, kendurkan sepenuh-penuhnya, lupakan keadaan kaki itu.
  4. Ulangi kegiatan seperti di atas dengan kaki kiri dan kemudian dengan kedua tangan satu persatu
  5. Kemudian arahkan perhatian anda pada otot pinggul, pantat, dan dubur. Tegangkan…dan kendurkan. Sekali lagi, tegangkan dan kendurkan. Selanjutnya perhatikan daerah perut. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan kembungkan perut. Tahan napas selama 5 detik, dan semburkanudara melalui mulut secara tiba-tiba serentak dengan mengendurkan semua otot-otot perut dan sekat rongga badan
  6. Pindah ke bagian dada. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan kembungkan dada. Tahan napas selama 5 detik, dan semburkan udara keluar melalui mulut sambil mengendurkan semua otot-otot dada dan rongga dada
  7. Pindah ke bagian bahu. Dengan tidak menggerakkan lengan, gerakkanlah kedua bahu sampai kebagian depan dari badan. Kendurkan kembali dan biarkan ia turun dengan sendirinya ke lantai
  8. Dengan perlahan-lahan dan lembut, putar leher ke kanan-ke kiri-ke kanan-ke kiri, dan kembali ke tengah seperti biasa, kemudian kendurkan otot-otot leher.
  9. Terakhir ke otot-otot bagian muka, gerakkan rahang ke atas ke bawah, ke kiri-ke kanan sampai beberapa kali, lalu kendurkan. Katupkan kedua bibir dalam bentuk mencibir, kemudian kendurkan.kempotkan otot pipi, dan kendurkan. Tegangkan ujung hidung, dan kendurkan. Kerutkan kening, kemudian kendurkan.
  10. Sekarang anda telah selesai mengendurkan semua otot-otot. Untuk meyakinkan apakah  seluruh bagian badan anda telah kendur, telusurilah (dengan perhatian anda) sekujur tubuh anda mulai dari ujung kaki sampai ke kepala, untuk mengetahui apakah masih ada bagian-bagian yang belum kendur. Jika anda menemui bagian yang masih tegang (belum kendur), pusatkanlah perhatian anda pada bagian ini dan kendurkan. Jika anda melakukan hal ini dengan sepenuh hati tanpa menggerakkan otot-otott yang lain, maka anda akan merasakan bahwa otot bagian badan yang masih tegang itu ternyata dapat mematuhi perintah anda.

Demikianlah penenangan yang penuh. Bahkan jiwa anda pun sekarang dalam keadaan tenang. Anda dapat terus memperhatikan pernapasan anda, udara terus  mengalir keluar dan masuk dari dan ke alat pernapasan anda secara bebas dan tenang. Perhatikanlah apa yang anda pikirkan tanpa mencoba tanpa mencoba untuk memaksa alam pikiran anda mengarah kepermasalahan tertentu.

  1. 3. Teknik Disensitisasi

Yaitu pengurangan kepekaan terhadap rangsanan. Tujuannya adalah supaya perangsang itu dapat diterima secara wajar. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengubah tingkah laku melaluii perpaduan beberapa teknik yang terdiri dari memikirkan sesuatu, menenangkan diri, dan membayangkan sesuatu. Konselor berusaha memberikan “suntikan” bagi klien untuk menanggulangi ketakutan  ataupun kebimbangan yang mendalam  dalam suasana tertentu. Konselor melakukan teknik ini dengan memanfaatkan ketegangan jasmaniah klien untuk melawan ketegangan jasmaniah yang timbul bila klien berada pada suasana yang menakutkan atau menegangkan.

Teknk ini dikembangkan oleh Wolpe yang mengatakan bahwa semua prilaku neurotic adalah ekspresi dari kecemasan. Dan respon terhadap kecemasan dapat dieliminasi dengan menemukan respon yang antagonistic. Teknik desensitisasi sistematik bermaksud mengajar klien untuk memberikan respon yang tidak konsisten dengan kecemasan yang dialami klien. Teknik ini dsapat berjalan tanpa teknik relaksasi.

Didalam konseling klien diajar untuk santai dan menghubungkan keadaan santai itu dengan membayangkan pengalaman yang mencmaskan , menggusarkan atau mengecewakan.

Dalam proses ini ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dan beberapa tahap yang perlu dilalui:

a)      Teknik ini sebaikkan digunakan bagi klien yang merasa takut terhadap satu hal tertentu saja, seperti takut melihat darah

b)      Sebelum memulai, klien harus diberi penjelasan secara tuntas tentang proses desentitasi itu.

c)      Terlebih dahulu klien harus berada dalam keadaan yang benar-benar tenang

d)      Selanjutnya konselor dan klien bersama-sama menyusun suatu daftar kejadian-kejadian yang berhubungan dengan ketakutan itu. Kejadian-kejadian itu kemudian diurutkan mulai dari yang kurang menakutkan dan yang paling menakutkan.

e)      Dalam tingkat berikutnya konselor terlebih dahulu membantu klien mencapai suatu keadaan benar-benar tenang secara jasmaniah. Keadaan tenang ini dilengkapi dengan peningkatan sebanyak mungkin bayangan ketenangan secara mental

f)        Dengan demikian klien bersama konselor menangani kejadian-kejadian itu secara bertahap. Konselor mendorong klien untuk menerapkan hal-hal yang dilatihkan itu ke dalam kehidupannya, dan melakukan hal-hal yang perlu untuk menolong diri sendiri bilamana ketegangan atau kebingungan terjadi.[3]


[1]http://www.susolostrum.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=258

[2] http://embun777.wordpress.com/obat-kuat/mengatasi-stress-panik/

[3] Sofyan S Willis. Konseling Individual (Teori Dan Praktek). Bandung : Alfabeta, 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: