29 Apr

STRESS DAN EMOSI LANJUTAN

AKIBAT YANG DITIMBULKAN OLEH GANGGUAN

EMOSI  DAN STRESS

  1. a. Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Emosi

Emosi yang dialami oleh seseorang  dapat mengakibatkan  hal-hal sebagai berikut: berupa Shock, takut, cemas, marah, benci, berduka, rasa bersalah, malu, tidak berdaya, tidak dapat merasakan apa pun, dan depresi. Juga dampak dari segi fisik berupa tegang, gelisah, cepat lelah, gangguan tidur, nyeri tubuh atau kepala,mudah terkejut, jantung berdebar, keringat dingin, mual, pusing, gangguan Nafsu makan, dan gangguan gairah seksual, terdapat juga dampak dari segi kognitif yang ditimbulkan oleh stress yaitu berupa; bingung, kehilangan orientasi, ragu-ragu, sulit membuat keputusan, khawatir, proses berpikir melambat, sulit mengingat, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan selalu mimpi buruk serta kehilangan kendali atas perilaku kita sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Untuk itu kita harus bisa menyesuai diri kita dengan tantangan kehidupan yang terjadi pada dunia sekarang ini. Karena kalau tidak, bisa menyebabkab kita emosi yang akan berdampak bahanya dalam diri kita dan orang lain.

  1. b. Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Stress

Berdasarkan buku pedoman Kesehatan Jiwa dari Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, stres adalah reaksi seseorang, baik secara jasmani maupun kejiwaan apabila ada tuntutan terhadap dirinya. Stres berpengaruh terhadap keadaan jasmani dan kejiwaan. Dan reaksi seseorang terhadap stres juga berbeda-beda. Reaksi yang bersifat jasmani yaitu jantung berdebar-debar, otot tegang, sakit kepala, migren, sakit perut (kembung, perih dan mencret), letih dan lelah, gangguan makan (tak nafsu makan atau makan berlebihan). Sedangkan reaksi yang bersifat kejiwaan yakni cemas, kuatir berlebihan, takut, mudah tersinggung, sulit memusatkan pikiran atau perhatian, bersifat ragu-ragu atau merasa rendah diri, merasa kecewa, pemarah dan agresif. Pada tahap yang lebih berat dan berlangsung lama, stres dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, asma, serangan jantung, stroke, dan gangguan jiwa

Orang yang mengalami stres dapat mengalaminya hanya untuk sementara waktu saja atau dapat untuk waktu lama. Pada tahap yang terakhir stres psikologik akan menampakkan diri dalam bentuk sakit fisik dan sakit psikis. Kesehatan jiwa terganggu. Orang dapat menjadi agresif, dapat menjadi depresi, dapat menderita neurosis cemas, dapat menderita gangguan psikosomatik, dapat tidak sehat badan.[1]

Richard lazarus seorang peneliti tentang stres menyatakan bahwa stres dimulai dari penilaian anda terhadap situasi. pertama tanya diri anda apa yang terjadi dan mengapa terjadi ( penyebabnya). kemudian untuk menetapkan pengaruh situasi bagi kesehatan anda, tanyakan sejauh apa bahayanya dan sumber apa yang anda miliki untuk mengatasinya.

Menurut Patel, stres tidak selalu bersifat negatif. pada dasarnya, stres merupakan respon-respon tertentu dari tubuh terhadap adanya tuntutan-tuntutan dari luar. dengan adanya berbagai tuntutan tersebut, tubuh manusia berusaha mengatasi dengan menciptakan keseimbangan antara tuntutan luar, kebutuhan dan nilai-nilai internal, kemampuan coping personal, dan kemampuan lingkungan untuk memberikan dukungan. hasil dari interaksi tersebut adalah persepsi terhadap stres.

STRESS DALAM PEKERJAAN

Stres dalam pekerjaan merupakan salah satu gangguan potensial yang akan berdampak pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dan akan berpengaruh kepada kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Beberapa hal yang dapat menjadi pencetus terjadinya stres antara lain :

1.   Pekerjaan,  pekerjaan dapat memicu terjadinya stres misalnya pekerjaan yang terlalu banyak, pekerjaan yang sedikit, keharusan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu terbatas (deadline) ataupun kebosanan dalam pekerjaan.

2.   Keluarga, masalah keluarga yang tidak terselesaikan secara tidak langsung  sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap kondisi karyawan dalam bekerja.

3.   Rekan kerja dan lingkungan sekitar, penolakan atau bahkan permusuhan dari rekan sejawat dapat memicu stres bagi karyawan, mengingat kehadirannya tidak dapat diterima oleh lingkungannya.

4.   Diri sendiri, kemampuan mengontrol diri dan daya tahan diri terhadap tekanan sangat berpengaruh terhadap tingkat stres yang dialami seseorang. Dalam tingkat stress yang tinggi seseorang tidak dapat berpikir jernih dan merasa tidak dapat berbuat apa-apa terhadap tekanan yang ada. [2]

Dalam pembagian yang lain penyebab stres dalam pekerjaan bisa juga dibedakan kedalam dua hal:

a)      Group stressor, adalah penyebab stres yag berasal dari situasi maupun keadaan didalam perusahaan, misalnya kurangnya kerjasama antara karyawan.

b)      Individual stressor, adalah penyabab stres yag berasal dari dalam diri individu, misalnya tipe kepribadian seseorang, kontrol personal dan tingkat kepasrahan seseorang.

Stres bukan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Beberapa kiat  yang ditawarkan dalam menghadapi stres antara lain:

  • Berpikir positif, dengan selalu berpikir positif setiap tekanan dalam pekerjaan akan dihadapi dengan optimistik bukan pesimistik.
  • Relaksasi, dengan relaksasi pikiran dan hati akan lebih rileks dalam menghadapi tekanan, berjalan di sekitar kantor, menarik nafas dalam-dalam, mendengarkan musik atau bahkan bercanda dengan rekan kerja merupakan relaksasi yang bisa dilakukan setiap saat tanpa harus memakan waktu kerja.
  • Keseimbangan antara urusan rumah dan urusan pekerjaan, dengan menjaga keseimbangan problema rumah tangga dan problema pekerjaan maka seseorang berpeluang menurunkan tekanan pada dirinya seseorang. Hal ini dapat dibantu dengan selalu bersikap obyektif dalam menghadapi dan memilah kedua urusan tersebut. Seseorang  yang mencampuradukkan urusan rumah tangga dan urusan kantor akan sulit untuk mengurangi tekanan yang timbul pada dirinya.
  • Manajemen waktu, dengan mengalokasikan waktu kerja dan menetapkan skala priotiitas diharapkan dapat mengurangi tekanan pekerjaan terutama saat volume pekerjaan banyak dan sedang ada deadline.
  • Pengambilan jarak terhadap emosi, bersikap emosi adalah hal yang manusiawi namun emosi haruslah proposional. Dalam keadaan tertekan seseorang mudah mengumbar emosi, hal inilah yang sepatutnya dihindari.[3]

[1] http://www.detiknews.com/read/2007/10/03/044049/837085/10/mengenal-stres-dampaknya-bagi-kesehatan-jiwa

[2] http://www.reindo.co.id/reinfokus/edisi23/strees.htm

[3] http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20070627055331AAQ5Qut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: