HUBUNGAN ANTARA PRILAKU REMAJA DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

8 Jun

PENDAHULUAN

Manusia lahir sudah membawa fitrah, yaitu potensi nilai-nilai keimanan dan kebenaran hakiki. Fitrah ini berkedudukan di kalbu, sehingga dengan fitrah ini manusia secara rohani akan selalu menuntut aktualisasi diri kepada iman dan takwa dimanapun manusia berada. Namun ada yang bisa teraktualisasikan dengan baik dan ada pula yang tidak, dalam hal ini faktor lingkungan pada usia anak sangat menentukan. Manusia sebagai makhluk religius berkedudukan sebagai abidullah dan sebagaik halifatullah di muka bumi.
Abidullah merupakan pribadi yang mengabdi dan beribadah kepada Allah sesuai dengan tuntunan dan petunjuk Allah.
Sesuai dengan fitrahnya manusia itu ia tumbuh dan berkembang dari bayi sampai ia tua, dari masa yang panjang itu banyak yang menyimpang dari fitrahnya, maka diperlukan nasihat atau ajakan untuk kembali kejalan yang benar. Dalam masalah ini remaja yang dalam masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju kemasa remaja, dimana pada masa ini semua yang ada pada diri individu akan berubah baik itu bentuk fisik, emosi, tingkah laku, intelektual, seksual dan lain-lain. Dari perubahan yang dialami remaja menimbulkan masalah baginya, ada yang merasa bahagia dan ada pula yang belum bisa menerimanya. Oleh karena itu, dalam menjalankan tugas perkembangan dan pertumbuhan pada masa remaja ini perlu adanya bimbingan dan konseling. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tingkah laku dan prilaku yang menyimpang pada diri individu.
Bimbingan yang sangat dibutuhankan yaitu pertama kali dari orang tua yang bersangkutan karena orang tualah yang lebih tau kepribadian anak-anaknya, kemudian baru guru dimana dia disekolahkan, guru juga merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap anak remaja, karena peran seorang guru adalah sebagai pendidik.
Pada masa remaja ini, hendaknya banyak diterapkan kepada anak hal-hal yang berbau Islam, agar dalam melakukan sesuatu itu dia tidak semena-mena.. Bimbingan dan konseling Islam adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar ia mampu dalam melaksanakan kehidupan ini sesuai dengan syari’at islam yang bersumberkan Al-Quran dan sunah Rasulullah SWT.
Pada pembahasan berikutnya akan dibahas teknik-teknik, pendekatan, azas-azas, prinsip-prinsip dan pandangan islam terhadap prilaku serta hadis-hadis menganai mengenai prilaku remaja dan bagaimana hubungannya dengan bimbingan dan konseling Islam itu sendiri

PEMBAHASAN
HUBUNGAN ANTARA PRILAKU REMAJA DENGAN
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
Bimbingan dan konseling sangat berperan penting untuk mengontrol prilaku yang akan diperbuat, dan menyelesaikan permasalahan. Apalagi bagi kalangan remaja yang baru menginjak masa remajanya, semua kepribadiannya berubah secara drastis baik itu fisik, intelegensi, emosional, suara, hormon seks dan lain-lainnya.
Perubahan yang dialamiya itu perlu adanya bimbingan dan konseling. Hal ini pertama kali dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya, yang kedua baru guru di tempat ia melakukan pendidikan. Jadi peranan bimbingan dan konseling ini sangat penting sekali bagi kehidupan anak remaja, apalagi bimbingan an konseling Islam. Agar ia mampu mengontrol perbuatan yang akan dilakukannya. Sementara bimbingan dan konseling islam itu sendiri adalah sebagai berikut:
A. Pengertian
Bimbingan dan konseling merupakan alih bahasa dari istilah inggris ”guidance and counseling” berarti memimpin, menuntun, memberikan petunjuk dan mengarahkan.Dalam kamus bahasa inggris istilah guidance dikaitkan dengan kata asal gaide, yang artinya menunjukkan jalan (showing the way), mengatur (regulating), mengarahkan (governing), dan memberikan nasehat (giving advice).
Dalam kamus bahasa inggris, counseling dikaitkan dengan kata counsel, yang diartikan sebagai berikut:
• Nasehat (to abtain counsel)
• Anjuran (to give counsel)
• Pembicaraan (to take counsel)
Jadi konseling diartikan sebagai pemberian anjuran dan pembicaraan denagan bertukar pikiran.
Adapun definisi bimbingan dan konseling Islam menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1) Thohari, mengartikan bimbingan dan konseling Islam sebagai suatu proses pemberian bantuan terhadap individu agar menyadari kembali eksistensinya sebagai makhluk Allah SWT yang seharusnya hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, sehingga dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
2) Yahya Jaya menyatakan bahwa bimbingan dan konseling agama Islam adlah pelayanan bantuan yang diberikan oleh konselor agama kepada manusia yang yang mengalami masalah dalam hidup keberagamaannya, ingin mengembangkan dimensi dan potensi keberagamaan seoptimal mungkin, baik secara individu maupun kelompok, agar menjadi manusia yang mandiri dan dewasa dalam beragama, dalam bidang bimbingan akidah, ibadah, akhlak dan muamalah, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan keimanan dan ketaqwaan yang terdapat dalam Qur’an dan Hadits.
3) Ainur Rahim Faqih, mengartikan bahwa bimbingan dan konseling Islam adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, sehingga dapat mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Menurut Dr. Kamal Ibrahim Mursi, aktifitas konseling agama yang dijumpai pada zaman klasik Islam dikenal dengan nama hisbah, atau ihtisab, konselornya disebut muhtasib, dan klien dari hisbah tersebut dinamakan muhtasab ‘alaih.
Hisbah menurut pengertian syara’ artinya menyuruh orang (klien) untuk melakukan perbuatan baik yang jelas-jelas ia tinggalkan, dan mencegah perbuatan munkar yang jelas-jelas dikerjakan oleh klien (amar ma’ruf nahi munkar) serta mendamaikan klien yang bermusuhan. Hisbah merupakan panggilan, oleh karena itu muhtasib melakukannya semata-mata karena Allah, yakni mem¬bantu orang agar dapat mengerjakan hal-hal yang menum¬buhkan kesehatan fisik, mental dan sosial, dan menjauhkan mereka dari perbuatan yang merusak. Panggilan untuk melakukan hisbah didasarkan kepada firman Allah:
  •             
Artinya : ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S Ali Imran : 104)

Bebicara tentang agama terhadap kehidupan manusia memang cukup menarik, khususnya Agama Islam. Hal ini tidak terlepas dari tugas para Nabi yang membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga para Nabi sebagai figure konselor yang sangat mumpuni dalam memecahkan permasalahan (problem solving) yang berkaitan dengan jiwa manusia, agar manusia keluar dari tipu daya syaiton. Seperti tertuang dalam ayat berikut ini :
“Demi masa. Sungguh manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan, saling menasehati supaya mengikuti kebenaran dan saling menasehati supaya mengamalkan kesabaran”. (Al-Ashr :1-3)

Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri, sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya.
“Berkata orang-orang tiada beriman:”Mengapa tiada diturunkan kepadanya (Muhammad) sebuah mukjizat dari Tuhannya?” Jawablah :”Allah membiarkan sesat siapa yang Ia kehendaki, dan membimbing orang yang bertobat kepada-Nya.” (Ar-Ra’d :27)

Dari ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa ada jiwa yang menjadi fasik dan adapula jiwa yang menjadi takwa, tergantung kepada manusia yang memilikinya. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain, dengan kata lain membimbing kearah mana seseorang itu akan menjadi, baik atau buruk. Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebut dapat dikatakan sebagai “bimbingan” dalam bahasa psikologi. Nabi Muhammad SAW, menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam yang diketahuinya, walaupun satu ayat saja yang dipahaminya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan (guidance) dalam pandangan psikologi.
Bentuk amar ma’ruf dalam hisbah ialah menyuruh dan menghendaki kliennya mengerjakan yang ma’ruf, yakni semua hal yang dituntut syara, termasuk perbuatan dan perkataan yang membawa kemaslahatan bagi individu dan masyarakat, yang wajib maupun yang sunat. Sedangkan bentuk nahi munkar dalam hisbah ialah meminta klien menjauhi yang munkar, yakni semua yang dilarang syara`, termasuk perbuatan dan perkataan yang mendatangkan kesulitan bagi pribadi dan masyarakat.
Konseling/ hisbah dilakukan dengan prinsip suka sama suka, bersifat sugesti dan introspeksi, sehingga klien menyadari betul manfaat perbuatan ma’ruf dan bahayanya perbuatan munkar, dan dengan itu klien terdorong pada perbuatan baik dan allergi terhadap yang mungkar, kuat motivasi positipnya dan padam motivasi negatipnya. hisbah juga dilakukan dengan lemah lembut.
Nabi pernah mencontohkan bagaimana menanamkan suatu pengertian kepada orang yang memang belum memiliki pengertian tentang suatu kebaikan dan kemunkaran. Terdapat dalam hadis yang arinya sebagai berikut:
Artinya: ”Seorang pemuda mendatangi Rasul dan bertanya secara lantang di hadapan orang banyak; Wahai Nabi Allah, apakah engkau dapat mengizinkan aku untuk berzina? Mendengar pertanyaan yang tidak sopan itu orang-orang ribut mau memukulinya, tetapi Nabi segera melarang dan memanggil, Bawalah pemuda itu dekat-dekat padaku. Setelah pemuda itu duduk di dekat Nabi, maka Nabi dengan santun bertanya kepada pemuda itu: Bagaimana jika ada orang yang akan menzinahi ibumu? Demi Allah aku tidak akan membiarkannya, kata pemuda itu. Nabipun meneruskan, nah begitu pula orang tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada ibu mereka. Bagaimana jika terhadap anak perempuanmu? Tidak, demi Allah, aku tidak akan membiarkannya, kata pemuda itu. Nabi melanjutkan, bagaimana jika terhadap saudara perempuanmu? Tidak juga, ya Rasul, Demi Alah aku tidak akan membiarkannya, kata si pemuda. Nabi meneruskan, Nah begitu juga orang tidak akan membiarkan putrinya atau saudara perempuanya atau bibinya dizinahi. Nabi kemudian meletakkan tangannya ke dada pemuda itu sambil berdoa; Ya Allah bersihkanlah hati pemuda ini, ampunilah dosanya dan jagalah kemaluannya. (H.R. Ahmad dari Abu Umamah)

Menurut parawi hadis tersebut, sejak peristiwa itu sang pemuda tidak lagi menengok kiri kanan untuk berbuat zina.
Dalam hadis itu jelas digambarkan bahwa dalam menghadapi pemuda itu Nabi tidak menempatkan diri sebagai subyek yang melarang atau memberi nasehat, tetapi hanya mengantar sang pemuda untuk berfikir jernih tentang implikasi zina bagai orang lain, dan selanjutnya sang pemuda itulah yang harus menjadi subyek dirinya untuk memutuskan sendiri apa yang terbaik bagi dirinya. Secara psikologis, manusia memang satu-satunya makhluk yang bisa menjadi subyek dan obyek sekaligus.
Terkait dengan hal diatas, agar remaja tidak terjerumus kepada prilaku yang menyimpang, tidak melanggar norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku disuatu daerah, maka dari usia dini sampai pada usia remaja perlu diberi bimbingan dan konseling agar bisa merasakan kebahagian hidup didunia dan kehidupan yang bahagia diakhirat nantinya. Seperti yang dijelaskan oleh hadis dibawah ini:

Artinya: Dari Abu Rozin RA. Katanya: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: bolehkah aku tujukkan kepadamu tentang dasar pokok (bagi agama ini)?. Dimana dengan dasar ini engkau bisa mendapatkan kebaikkan dunia dan akhirat, yaitu: Engkau harus memperhatikan pertemuanmu dengan para penzikir, dan bila engkau sendirian, gerakkanlah lidahmu sebanyak yang kau bisa dengan berzikir kepada Allah. Cintailah dan bencilah semata-mata karena Allah. Hai Abu Rozin, merasakan atau tahukah engkau bahwa seseorang itu bisa keluar dari rumahnya guna berziarah kepada saudaranya (sesama muslim), diantara tujuh puluh ribu malaikat.

Dari hadist diatas dapat ditafsirkan bahwa seseorang itu harus mengajak orang lain kejalan yang diridhoi oleh Allah yang berdasarkan agama Islam, untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Dengan diberikannya bimbingan dan konseling kepada para remaja, sebelumnya kita sudah mengetahui bahwasanya pada masa remaja segala sesuatu yang ada dalam diri remaja sedang bergejolak. Nah….untuk mengatasi itu semua perlu adanya bimbingan dan konseling terhadap prilaku remaja tersebut.
Oleh sebab itu antara konselor dan orang tua serta guru bekerjasama, jika anak terlibat dalam masalah penyalah gunaan obat, alkohol, kecanduan makanan karena hal itu dapat merusak kepada diri individu dan juga lingkungan masyarakat.
Ada dua alasan mendasar mengapa bimbingan dan konseling Islami ini adalah sebagai berikut:
1) Islam mempunyai pandangan-pandangan tersendiri mengenai manusia. Al-Qur’an sumber utama agama islam, adalah kitab petunjuk, didalamnya terdapat banyak petunjuk mengenai manusia. Allah, sebagai pencipta manusia tentunya tahu secara nyata dan pasti siapa manusia. Oleh karena itu, kalau ingin tahu bagaimana cara menghadapi manusia secara sungguh-sungguh, maka Al-Qur’an (wahyu) adalah sumber yang layak dijadikan acuan utama dan tidak pantas untuk diucapkan.
2) Ajaran islam dapat menjadi acuan sebagai landasan yang ideal dalam menjalani kehidupan.
B. Teknik-Teknik Konseling
Agar proses bimbingan dan konseling itu bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan hasil yang diinginkan. Maka seorang konselor harus melakukannya secara positif dan dinamis yang merupakan modal pengembangan diri untuk masa depannya.
Seorang konselor harus memiliki sifat sabar dan penyayang terhadap klien agar dalam pemberian bimbingan dan konseling, klien mau curhat atau menceritakan masalahnya kepadanya (konselor). Hal itu juga memudahkan seorang konselor dalam melakukan bimbingan dan konseling . dalam Hadist yang diriwayatkan ole Muttafaqun ’Alaih mengatakan:
عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قل: لايوء من أحدكم حتى يحب لأ خيه ما يحب لنفسه.
Artinya: Tidaklah seseorang beriman sampai ia mencintai saudaranya (sesama manusia) seperti menyintai dirinya sendiri. (Muttafaqun ’Alaih).

Adapun teknik-teknik konseling itu adalah sebagai berikut:
1) Persiapan untuk konseling, yaitu merupakan suatu kondisi yang harus dipenuhi sebelum klien membuat hubungan konseling, seperti mengenal konseli atau diri klien tersebut.
2) Teknik-teknik hubungan, yaitu antara konselor dan klien merupakan inti proses konseling dan psikoterapi. Adapun teknik-teknik hubungan ini adalah sebagai berikut:
a. Teknik Rapport, bertujuan untuk menjabatani hubungan antara konselor dengan klien, sikap penerimaan dan minat dan masalahnya.
b. Refleksi Perasaan, usaha yang dilakukan konselor untuk menyatakan dalam bentuk kata-kata yang segar dan sikap yang esensial (perlu).
c. Teknik-teknik Penerimaan, merupakan tindakan yang dilakukan konselor agar klien diterima dalam proses konseling.
d. Teknik Menstrukturkan, merupakan penetapan batasan oleh konselor tentang hakekat, batasan-batasan dan tujusn batasan konseling pada umumnya, dan hubungan tertentu pada khususnya.
e. Diam adalah sebagai suatu teknik
f. Teknik-teknik Memimpin, seorang konselor itu harus bisa mengarahkan pemikiran klien kepada jalan yang benar untuk masa depannya.
g. Memberikan Jaminan, yaitu merupakan pemberian ganjaran dimasa yang akan datang.
h. Keterampilan Mengakhiri, seorang konselor dalam mengakiri pembicaraannya dengan klien, harus berdasarkan waktu yang telah disepakati bersama, sebelum mengadakan pembicaraan.

C. Pendekatan-Pendekatan Bimbingan Konseling
Pendekatan Islami dapat dikaitkan dengan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling yang meliputi pribadi, sikap, kecerdasan, perasaan, dan seterusnya yang berkaitan dengan klien dan konselor.
Bagi pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilah seorang pekerja keras, namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya, ini baginya adalah ibadah. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan konseling, pribadi muslim tersebut memiliki ketangguhan pribadi tentunya dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1) Selalu memiliki Prinsip Landasan dan Prinsip Dasar yaitu hanya beriman kepada Allah SWT.
2) Memiliki Prinsip Kepercayaan, yaitu beriman kepada malaikat.
3) Memiliki Prinsip Kepemimpina, yaitu beriman kepada Nabi dan Rasulnya.
4) Selalu memiliki Prinsip Pembelajaran, yaitu berprinsip kepada Al-Qur’an Al Karim.
5) Memiliki Prinsip Masa Depan, yaitu beriman kepada “Hari Kemudian”
6) Memiliki Prinsip Keteraturan, yaitu beriman kepada “Ketentuan Allah”
Jika konselor memiliki prinsip tersebut (Rukun Iman) maka pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu akan mengarahkan klien kearah kebenaran, selanjutnya dalam pelaksanaannya pembimbing dan konselor perlu memiliki tiga langkah untuk menuju pada kesuksesan bimbingan dan konseling. Pertama, memiliki mission statement yang jelas yaitu “Dua Kalimat Syahadat”, kedua memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus symbol kehidupan yaitu “Shalat lima waktu”, dan ketiga, memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan “puasa”. Prinsip dan langkag tersebut penting bagi pembimbing dan konselor muslim, karena akan menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Akhlakul Karimah). Dengan mengamalkan hal tersebut akan memberi keyakinan dan kepercayaan bagi counselee yang melakukan bimbingan dan konseling.
Adapun pendekatan-pendekatan bimbingan dan konseling itu secara umum adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan Bimbingan
Pendekatan bimbingan ini tedapat empat macam yaitu:
a. Pendekatan krisis, merupakan suatu usaha bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis/masalah. Bimbingan ini dilakukan agar dapat mengatasi krisis yang dialami oleh individu.
b. Pendekatan Remedial, pendekatan merupakan upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan. Seorang konselor harus paham dengan kelemahan yang dimiliki klien seperti ini. Seperti halnya remaja, kalau ia mendapatkan kesulitan-kesulitan dalam dirinya maka kita sebagai konselor mampu meredamkam emosinya disaat itu yaitu dengan cara bersosialisasi dengannya.
c. Pendekatan Preventif, pendekatan ini merupakan upaya bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah supaya tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan terhadap individu tersebut. Sebagai seorang konselor, ia akan berupaya untuk memberikan semacam keterampilan kepada klien agar tidak terjadi permasalahan pada diri individu.
d. Pendekatan Perkembangan, pada saat ini bimbingan dan konseling yang berkembang adalah visi bimbingan dan konseling edukatif, pengembangan dan out reach.
Edukatif adalah dikarenakan titik berat kepedulian bimbingan dan konseling, terletak pada pencegahan bukan korekti atau teropolitik. Pengembangan, karena titik sentral tujuan bimbingan dan konseling adalah perkembangan optimal dan strategi upaya pokoknya adalah memberikan kemudahan perkembangan bagi individu melalui perekayasaan lingkungan perkembangan out reach, karena terget populasi layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas kepada individu bermasalah dan dilakukan secara individual tetapi meliputi ragam dimensi (masalah,target intervansi, setting,metode dan lama waktu layanan) dalam rentang kucup lebar.
Teknik yang dilakukan dalam bimbingan dan konseling perkembangan adalah pembelajaran, pertukaran informsi, bermain peran, tutorial dan konseling.
2. Pendekatan Dalam Konseling
Adapun pendekatan dalam konseling ini diantaranya sebagai berikut:
a. Pendekatan konseling non-Direktif
Pendekatan konseling non-Direktif disebut dengan ”Client Centared Counseling”, yaitu memberikan gambaran bahwasanya proses konseling yang menjadi pusatnya adalah klien dan bukan konselor.
Dalam pemecahan masalah, maka konselor mendorong klien itu sendiri untuk memecahkan masalah yang dihadapinya (klien) serta apa solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapinya itu. Konseling non-Direktif ini dikembangkan oleh Carl R.Rogers.
b. Pendekatan konseling rasional-Emoti
Pendekatan konseling rasional-Emotif ini dikenal juga dengan istilah ”rasional-emotive therapi”. Teori ini dikembangkan oleh Dr.albertEllis,seorang ahli psikologi klinir. Tujuan dari pendekatan rasional-emotive therapy Albert Ellis pada dasarnya adalah untuk mengatasi pikiran yang tidak logis tentang diri sendiri dan lingkungannya.Konselor berusaha agar klien menyadari pikiran dan kata-katanya sendiri,serta mengadakan pendekatan yang tegas,melatih klien untuk bisa berpikir dan berbuat lebih realistisdan rasional.
c. Pendekatan konseling Analisis Transaksional
Pendekatan konseling analisis transaksional adalah dimana individu yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator dalam proses kelompok dan juga sebagai pemimpin yang memiliki keahlian dalam menganalisis status ego, transaksi, permainan dan naskah hidup (life script).
Selain itu konselor juga harus memiliki kapasitas diri sendiri untuk mengadakan interaksi, komunikasi atau transaksi dengan klien secara terbuka,penuh kehangatan dan murni.
Seorang konselor yang profesional ia bisa membaca,mengamati tingkah laku klien, baik secara langsung maupun tidak langsung,baik verbal maupun non verbal tujuannya agar mudah menentukan kepribadian seseorang itu (individu).

d. Pendekatan konseling klinikal
Pendekatan konseling klinikal yang dikembangkan oleh Williamson adalah bentuk pendekatan yang logis dan rasional ini tidakb berorientasi pada intelektualisme,tetapi beroriantasi pada personalisme,yaitu pendekatan yang memandang secara keseluruhan.
Tujuan konseling bukanlah semata-mata mengembangkan kemampuan intelektual,tetapi juga membantu klien untuk meningkatkan kematangan sosial dan emosionalnya sesuai dengan potensi yang dimiliki seorang individu tersebut
Dari penjelasan diatas maka dapat dikatakan bahwa tujuan bimbingan dan konseling itu mengalami perubahan,dari yang sederhana sampai ke yang lebih komprehensif.
D. Asas- Asas Bimbingan Dan Konseling Islam
Sebagaimana yang telah disebutkan diatas bahwa bimbingan dan konseling itu berlandasan pada Al-Qur’an dan hadis atau sunnah Nabi, selain itu bimbingan dan konseling islami juga berlandasan filosofi dan landasan keimanan. Berdasarkan landasa-landasan tersebut maka bimbingan dan konseling islami itu memiliki azas-azas sebagai berikut:
1. Asas-asas kebahagian dunia dan akhirat
Bimbingan dan konseling islami tujuan akhirnya adalah membantu klien atau konseli, yaitu orang yang dibimbing, mencapai kebahagian hidup yang senantiasa didambakan oleh umat muslim.
Bagi orang muslim kehidupn di dunia ini hanyalah sementara, kebahagian akhiratlah yang utama dan abadi. Maka kebahagian di akhirat itu dirahih hanya dengan amal yang baik yang dilakukan ketika hidup di dunia. Tapi Allah juga menyuruh umat manusia untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat.
2. Asas fitrah
Bimbingan dan konseling islami merupakan bantuan kepada klien atau konseli untuk mengenal, memahami dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak tingkah laku dan tindakannya ejalan dengan fitrahnya tersebut.
Manusia, menurut islam, dilahirkan dengan membawa fitrah, yaitu berbagai potensi bawaan dan kecendrungan sebagai muslim atau beragama islam. Bimbingan dan konseling membantu klien untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, menghayatinya, sehingga mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat karena bertingkah laku sesuai dengan fitrahnya itu. Terkadang fitrah juga diartikan sebagai bakat, minat, kemampuan dan potensi.
Bimbingan dan konseling islami diselenggarakan benar-benar karena Allah. Jadi konsekuensi bimbingaan ini diselenggarakan dengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih, dan begitu juga yang dibimbing, hendaknya ia tidak merasa terpaksa untuk melaksanakan bimbingan tersebut.
3. Asas bimbingan seumur hidup
Manusia yang hidup tidak ada yang sempurna dan selalu bahagia. Dalam kehidupan banyak hal kesulitan dan hambatannya, oleh sebab itu bimbingan dan konselig sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi itu.
4. Asas kesatuan jasmani-rohani
Manusia dalam kehidupan ini merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani. Konselor memperlakukan klien sebagai makhluk yang jasmani-rohani. Dan tidak memandang sebagai makhluk yang biologis semata, makhluk rohaniah semata. Bimbinga konseling islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmani dan rohani tersebut.
5. Asas keseimbangan rohaniah
Rohani manusia memiliki unsur daya kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental pontensial untuk:
• Mengetahui (mendengar)
• Memperhatikan atau menganalisis (melihat dengan bantuan atau dukungan pikiran
• Menghati (hati atau dengan dukungan kalbu dan akal.
Bimbingan dan konseling islami menyadari kodrati manusia tersebut dan dengan berpijak pada firman-firman Allah serta hadis nabi, membantu klien agar memperoleh keseimbangan diri dalam segi mental rohaniah tersebut.
Konselor mengajak klien untuk berpikir dalam menentukan dan memutuskan suatu perkara sehingga memperoleh kenyakinan, tidak menerima begitu saja dan tidak menolak begitu saja. Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut, bukan hanya mengikuti hawa nafsu (perasaan dangkal, kehendak) semata.
6. Asas kemaujudan individu
Bimbingan dan konseling islami, berlangsung pada citra manusia menurut islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksistensi) tersendiri. Individu mempunyai hak , mempunyai perbedaan individu dari yang lainnya, dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampuan fundamentalpotensial rohaniahnya.
7. Asas sosialitas manusia
Manusia merupakan makhluk sosial, hal ini diakui dan diperhatikan dalam bimbingan dan konseing islam. Pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memiliki dan dimmiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikan dalam bimbingan dan konselig islam, karena merupakan ciri hakiki manusia.
Dalam bimbingan dan konseling islami, sosialitas manusia diakui dengan memperhatikan hak individu dan hak individu juga diakui dalam batas tanggung jawab sosial, jadi bukan liberalisme, dan masih pula hak alam yang harus dipenui manusia (prinsip ekosistem), dan masih pula tuhan.
8. Asas kekhalifahan manusia
Manusia, menurut islam, diberi kedudukan yang tinggi sekaligus tanggug jawab yang besar yaitu, sebagai pengelola alam semesta (khalifatullah fi ard). Manusia dipandang sebagai makhluk yang berbudaya yang mengelola alam dengan sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia harus menjaga keseimbangan ekosistem, kerena problem-problem kehidupan sering kali terjadi karena ketidak seimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri.
Jadi dalam hal ini perlunya bimbingan dan koseling diadakan untuk manusia, kalau dibirkan saja maka banyak diantara manusia mengabaikannya dan tidak perduli terhadap lingkungan
9. Asas keselarasan dan keadilan
Islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian dalam segala segi. Dengan kata lain islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap hak dirinya sendiri, hak orang lain, hak alam semesta (hewan ,tumbuh-tumbuhan, dsb), dan juga hak tuhan.

10. Asas pembinaan akhlaqul-karimah
Manusia menurut islam memiliki sifat-sifat yang baik (mulia), sekaligus mempunyai sifat-sifat yang lemah, sepertyang telah diuraikan dalam mengenai citra manusia. Sifat-sifat yang merupakan yang harus dikembangkan oleh bimbingan dan konseling islami. Bimbingan dan konseling islami membantu klien dalam mengembangkan, memelihara dan menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut.
Sesuai dengan hadis nabi yang berbunyi sebagai berikut:
Artinya: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia (H. R. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah).
11. Asas kasih sayang
Setiap manusia memerlukuan cinta kasih dan rasa sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling islami dilakukan dengan berlandasan kasih sayang, sebab dengan kasih sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil.
12. Asas saling menghargai dan menghormati
Dalam bimbingan dan konseling islam kedudukan konselor dengan klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya terletak pada fungsinya saja, yakni pihak yang satu membeerikan bantuan dan yang satu menerima bantuan.hubungan yang terjalin antara konselor dan klien adalah hubungan yang saling menghargai dan menghormatisesuai dengan kedudukannya masing-masing sebagai makhluk allah.
Pembimbing diberi penghargaan karena mampu memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan.
13. Asas musyawarah
Bimbingan dan konseling islami dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara antara pembimbing dengan yang dibimbing terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan dan keinginan tertekan.
14. Asas keahlian
Bimbingan dan konseling islami dilakukan oleh orang-orang yang memangmemiliki kemampuan dan keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjadi permasalahan bimbingan dan konseling.

E. Prinsip-Prinsip Bimbingan Dan Konseling
Dalam memberikan bimbingan dan konseling perlu diperhatiakan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a) Prinsip-prinsip umum
• Bimbingan harus berpusat pada individu yang dibimbing
• Bimbingan diarahkan kepada memberikan bantuan agar individu yang dibimbing mampu mengarahkan dirinya dan menghadapi masalah-masalah yang dalam dirinya
• Pemberi bantuan disesuai dengan kebutuhan individu yang dibimbing
• Bimbingan berkenaan dengan sikap dan tingkah laku individu
• Pelaksanaan bimbingan dan konseling dimulai dengan mengidentifikasikan kebutuhan yang dirasakan individu yang dibimbing
• Upaya pemberian bantuan (pelayanan bimbingan dan konseling) harus dilakukan secara fleksibel (tidak kaku)
• Program bimbingan dan konseling harus dirumuskan sesuai dengan program pendidikan dan pembelajaran di sekolah yang bersangkutan
• Implementasi program bimbingan dn konseling harus dipimpin oleh orang yang memiliki keahlian dalam bidang bimbingan dan konseling dan pelaksanaannya harus bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait seperti dokter, psikiater, dll
• Untuk mengetahui hasil-hasil yang diperoleh dari upaya pelayanan bimbingan dan konseling, harus diadakan penilaian atau evaluasi secara teratur dan berkesinambungan.
b) Prinsip-prinsip Khusus Yang Berhubungan Dengan Individu
• Pelayanan bimbinagan dan konseling harus diberkan kepada semua siswa
• Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas pelayanan bimbingan dan konseling kepada individu
• Program bimbingan dan konseling harus berpusat pada siswa
• Untuk memenuhi kebutuhan individu
• Keputusan akhir dari bimbingan dan konseling diserahkan pada individu
• Bagi siswa yang telah mendapatkan bimbingan hendaknya mampu merubah dirinya sendiri.
c) Prinsip Khusus yang berhubungan deng pembimbing
• Pembimbing atau konselor harus melakukan tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing
• Pembimbing disekolah dipilih berdasarkan kualifikasi kepribadaian, pendidikan, pengalaman daan kemampuannya
• Sebagai profesi, pembimbing haru mengembangkan diri dan keahliannya melalui berbagai pelatihan seperti penataran, work shop dll
• Pembimbing hendaknya mempergunakan berbagai informasi tentang diri individu
• Pembimbing harus merahasiakan informasi tentang diri individu
• Pembimbing dalam melaksanakan tugasnya hendaknya dengan menggunakn metode dan teknik.
d) Prinsi yang berhubungan dengan organisasi dan administrasi (manajemen) pelayanan bimbingan dan konseling
• Bimbingan dan konseling harus ada dikartu pribadi bagi setiap siswa
• Pelayanan bimbingan dan konseling harus disusun sesuai dengan kebutuhan
• Harus ada pembagian waktu antar pembimbing, sehingga masing-masing pembimbing mendapat kesempatan yang sama dalam memberikan bimbingan dan konseling
• Bimbingan dan konseling dilakukan dalam situasi indivi atau kelompok sesuai dengan masalah yang dipecahkan dan metode yang digunakan
• Harus bekerja sama dalam berbagai pihak.

F. Hubungan Antara Bimbingan dan Konseling Islam Dengan Prilaku Remaja
Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, bahwasanya bimbingan dan konseling islami ini dapat membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh remaja. Apalagi bila dilihat dari segi perubahannya, remaja itu sangat butuh bimbingan dan konselinag untuk mengontrol dan mengatasi tingkah laku dan memecahkan masalahnya sesuai dengan syariat islam yaitu yang bersumber kepada Al-Quran dan Hadis nabi SAW.
Al-Quran dan Hadis merupakan landasan utama dalam bimbingan dan konseling Islam, jadi tidak akan tersesaat jika segala perbuatan yang kita lakukan berlandasan kepadanya.
Sesuai dengan bunyi asas-asas, teknik-teknik dan prinsip-prinsip yang ada dalam konseling islam, seperti yang telah dipaparkan diatas, bahwasaya antara pembimbing dan yang dibimbing memiliki peran masing-masing:
 Pembimbing dalam menjalankan tugasnya harus menjalankan kaidah-kaidah yang telah tercantum dalam bimbingan dan konseling, terutama bimbingan yang terdapat dalam bibingan dan konseling islam.
Dimana salah satunya, untuk merubah dan mengarahkan remaja kajalan dan kaprilaku yang sesuai dengan syariat Islam yaitu seorang pembimbing hendaknya menjalin silaturahmi yang baik, berakhlak dan taqwa kepada Allah.
Seorang pembimbing hendaknya menceminkan akhalak yang baik karena pembimbing merupakan guru yang akan di contoh baik itu dari adab bergaul, berbicara, prilaku dan lain-lain.
 Sebagai seorang peserta didik atau klien, dai juga harus mematuhi dan menjalankan aturan-aturan yang ada dalam bimbingan dan konseling, kalau ia mau masalah-masalah yang ada pada dirinya ingin diselesaikan dengan baik.
Jadi hubungan antara prilaku remaja dengan bimbingan dan konseling islam itu adalah agar terciptanya remaja-remaja Islam yang terbebas dari masalah dan tujuan akhirnya adalah untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Konseling Islami sangat berperan dalam menolong klien terutama pada masa remaja yang dalam masa kegoncangan. Konseling Islami tujuannya adalah untuk mencapai kebahagian Dunia dan Akhirat dengan mengembalikan manusia ke fitrahnya sehingga ia mengenali posisi dan kedudukannya dimuka bumi ini yakni sebagai khalifah dan hamba Allah SWT.
Setiap prilaku yang dilakukan oleh seseorang itu perlu adanya kontrolan dari seseorang yang bisa mengontrolnya yaitu orang tua sebagai pembimbing utama dan guru sebagai pembimbing kedua setelah orang tua. Setiap masalah yang terjadi itu ada jalan keluarnya jika kita mau menceritakan masalah kita pada orang tertentu.
Bimbingan dan konseling islam merupakan suatu hal yang sangat perperan penting untuk membentuk tingkah laku, sikap, sifat dll remaja kerena konseling islam bisa membentuk dan meredakan emosi seseorang, bimbingan dan koneling Islam ini berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW, tapi hal yang harus diingat..seperti hadi nabi yang bebunyi ”Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai dirinya sendirinya sendiri yang akan merobahnya”.
B. Kritik dan Saran
Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, konsep konsling tentang hakikat remaja dan hubungan konseling dengan prilaku remaja pada makalah ini bukan merupakan konsep yang sudah lengkap dan final, maka untuk melengkapi dan menyempurnakan kajian ini disarankan kepada pembaca untuk meneruskan menggali dan meneliti konsep konseling mengenai prilaku remaja berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an, baik memperluas atau memperdalam kajian dalam topik yang sama, atau meneruskan kepada konsep-konsep konseling yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, ziyat. Pilihan Hadis Poltik, Ekonomi dan Sosial. Jakarta: Panjimas. 1991
Hallen. Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Quantum Teaching. 2005
John, McLEOD. Pengantar Konseling (teori dan studi kasus). University Press. 2003
Musnamar, thohari. Dasar-Dasar Konseptual Bimbigan dan Konseling Islam. Yogyakarta: UUI Press. 1992
Prayitno dan Erman Amati. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta
Sukardi, dewa ketut. Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 2002. Cet. 1
Surya, mohamad. Psikologi Konseling. Bandung: CV. Pustaka Bani Quraisy. 2003. Cet.1
Thohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Dimadrasah. Jakarta: PT. Raja Grafino Persada. 2007
http://islamintelek. Blogspot. Com/2007/11/bimbingan-dan-Konseling-Islam. Htm

http://kaunseling.multiply.com/journal/item/15

http://www.kampusislam.com/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=230

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: